Pesan dan Harapan Pengasuh pada Kegiatan Milad ke 30 dan Temu Alumni 22 PPSFU

Pesan dan Harapan Pengasuh pada Kegiatan Milad ke 30 dan Temu Alumni 22 PPSFU

FU Media, Fatchul Ulum Pacet |

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyyah Fatchul Ulum (PPSFU) Pacet, syaikhina KH Muslich Abbas  dihadapan lebih dari 3000 orang yang terdiri dari alumni, santri, dan masyarakat, mengingatkan tentang  tujuan kegiatan milad dan asas pesantren yang tidak boleh hilang sampai kapanpun. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada acara  puncak milad ke-30, Ahad (23/9) kemarin. 

 

“Melalui acara ini kita berharap dapat menjadi pengantar kuatnya hubungan antara santri yang lama dan santri yang baru, wali murid yang lama dan yang baru dan alumni dalam lintas angkatan. Dan bisa menjadi kuatnya menjaga dasar yang telah ditanamkan oleh guru-guru kita yaitu ahlussunnah wal jamaah” tegas syaikhina mengawali sambutannya. 

 

Beliau juga menambahkan, ahlussunnah waljamaah tidak boleh sampai dirubah, apalagi hilang dari pondok pesantren. 

 

Dalam acara yang diperingati setiap bulan Muharrom ini, hadir para tokoh agama dan masyarakat. Sebagaimana pada tahun ini, acara yang dilaksanakan pada gedung pertemuan yang belum selesai ini dihadiri oleh KH. Chusaini Ilyas (Rois Syuriah PCNU Mojokerto), KH. Syamsuddin Ali (Pengasuh Ponpes Darul Falah 5 Cukir ), KH. Ali Mas’adi (Wakil Rais ‘Aam Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah) Kapolres dan Dandim Mojokerto, dan Jajaran Forkompimka Kecamatan Pacet. 

 

“Kita mengadakan acara seperti ini, tujuannya agar kita bisa menjaga kerukunan dan menghargai perbedaan, baik kerukunan sesama umat islam maupun kerukunan dengan agama lain. Sehingga terwujud perdamaian. Makanya tema milad pada tahun ini tentang perdamaian” lanjut syaikhina sesaat sebelum meminta KH Ali Mas’adi berkenan memberikan pemahaman tentang berbagai macam thariqah serta perbedaan dan persamaannya. 

 

Syaikhina juga mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama menyerukan semboyan  “NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya, Fatchul Ulum Selalu Dihati”. Hadirin telihat semangat menyambut ajakan beliau, meski awalnya masih banyak hadirin yang salah menjawab sehingga harus diulang sampai 3 kali.

 

“Kita hidup di negara yang ada berbagai etnis,suku dan bahasa. Tetapi kita harus tau bahwa kita berada dalam satu negara yaitu Indonesia” imbuh Syaikhina. 

 

Sebelum menutup sambutannya, syaikhina KH Muslich Abbas memberikan pesan khusus pada alumni yang mengadakan pertemuan ke-22 bersamaan dengan milad ke-30 ini. “Jangan sampai santri itu ada niatan boyong dari pondok pesantren” kata beliau.

 

Pesan tersebut juga selalu disampaikan pada teman-teman alumni Ponpes Darul Falah Cukir (Pesantren tempat syaikhina menimba ilmu) pada setiap pertemuan. Harapan utamanya agar santri tetap bisa terhubung dengan guru sampai kapanpun, bahkan di akhirat nanti. (Ibnu Shomad)


Share :



Kata Sambutan Pimpinan Pesantren

ADDRESS

  • Address: Jalan Moch Soleh No.270, Made, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur 61374
  • Email: [email protected]
  • Website: http://fatchululumpacet.net/
  • Telp: 0822-3444-8465 / 0856-4613-6134